• Breaking News

    Recent Posts

    Minggu, 08 Januari 2017

    Rumah Masa Kecil Mesut Ozil




    Mesut Ozil sering menghabiskan waktu untuk bermain bola di lapangan sepakbola yang terletak di Olgastrasse lapangan itu bernama Bolzplatz yang sering di sebut juga kandang monyet oleh warga sekitar, bersama kakak dan teman temanya ozil yang masih kecil sering bermain bola di sini.
    Arah utara dari lapangan itu terbentang jalan yang bernama Bornstrasse, tepatnya Bornstrasse 30, di kawasan ini berdiri bangunan rumah susun. Di salah satu bangunan inilah Mesut Ozil pernah tinggal bersama keluarganya,

    meskipun sudah tidak tinggal lagi di rumah susun itu. Mereka diketahui tinggal beberapa kilometer dari Bornstrasse. Tapi cerita tentang Mesut Ozil di sana terbilang abadi.
    Banyak orang dewasa maupun anak kecil yang mengetahui bahwa dulunya seorang mesut ozil sering bermain bola di situ, sehingga itu menjadi motivasi bagi anak anak yang bermain bola di situ, bahwa mereka juga bisa menjadi pemain bola proffesional berkaliber internasional.

    Tayfun Alpman, pemilik toko minuman yang tak jauh dari lapangan itu masih ingat betul tentang anak kecil yang kurus itu. “Dulu, sewaktu masih sekecil ini,“ kata Tayfun
     “dia sering beli es di sini, dengan kakaknya.”
    Ozil saat masih kecil memang kurus dan juga pendek. Namun, menurut Ralf Maraun, pelatih di klub DJK Westfalia 04, Ozil, yang menggelayut terus pada ayahnya ketika didaftarkan di sana pada 1995, merupakan anak yang istimewa.

    Maraun ingat betul ketika pertama kali melihat Ozil kecil bermain di lapangan " Larinya kencang, dia memburu bola seperti elang, dan tenaganya luar biasa. Anak sekecil itu mampu menembakkan bola sejauh 25 meter! Di lapangan" kata Maraun
    "Ozil berbeda dengan kebanyakan anak seusianya, yang biasanya lebih suka mengejar ke mana bola pergi, Kala itu, dia sudah memperkirakan sudut mana yang tepat agar bisa menembakkan bola ke arah yang dia inginkan,“ lanjutnya

    Kehebatan bermain seperti itulah yang kemudian membawa Ozil bermain di berbagai klub selepas dari Westfalia 04. Mulai Dari Teutonia Schalke-Nord, Falke Gelsenkirchen, Rot-Weiss Essen, hingga memulai karier seniornya bersama Schalke 04, lalu di lanjutkan di Werder Bremen.

    Bermain di Bremen mengantarkannya bermain di tim nasional Jerman pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Aksinya dalam kejuaraan itu memang istimewa. Meski Jerman gagal juara, Ozil mampu membawa negara itu melaju hingga babak semifinal. FIFA bahkan memasukkan namanya sebagai salah satu kandidat penerima penghargaan Bola Emas di piala dunia  2010, baru pada piala dunia 2014 Ozil mampu mengantarkan jerman keluar sebagai juara piala dunia untuk yang ke 4 kalinya.
    Di negerinya sendiri yaitu jerman, dia di berikan banyak pujian. Dia juga dianugerahi Silver Bay Laurel Leaf, yaitu penghargaan tertinggi dalam olahraga di negeri itu. Kanselir Jerman, Angela Merkel menyebutnya pahlawan Jerman.

    Bukan cuma pahlawan di lapangan saja, Ozil dipandang sebagai sosok yang gemilang di negeri yang dihuni banyak pendatang itu. Dia mengangkat kaum imigran, yang sering dianggap bukan bagian dari bangsa itu.

    Sumber reverensi Tempo.co

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Fashion

    Beauty

    Travel