Mesut Ozil sering menghabiskan waktu untuk bermain bola di
lapangan sepakbola yang terletak di Olgastrasse lapangan itu bernama Bolzplatz
yang sering di sebut juga kandang monyet oleh warga sekitar, bersama kakak dan
teman temanya ozil yang masih kecil sering bermain bola di sini.
Arah utara dari lapangan itu terbentang jalan yang bernama
Bornstrasse, tepatnya Bornstrasse 30, di kawasan ini berdiri bangunan rumah
susun. Di salah satu bangunan inilah Mesut Ozil pernah tinggal bersama
keluarganya,
meskipun sudah tidak tinggal lagi di rumah susun itu. Mereka
diketahui tinggal beberapa kilometer dari Bornstrasse. Tapi cerita tentang
Mesut Ozil di sana terbilang abadi.
Banyak orang dewasa maupun anak kecil yang mengetahui bahwa
dulunya seorang mesut ozil sering bermain bola di situ, sehingga itu menjadi
motivasi bagi anak anak yang bermain bola di situ, bahwa mereka juga bisa
menjadi pemain bola proffesional berkaliber internasional.
Tayfun Alpman, pemilik toko minuman yang tak jauh dari
lapangan itu masih ingat betul tentang anak kecil yang kurus itu. “Dulu,
sewaktu masih sekecil ini,“ kata Tayfun
“dia sering beli es
di sini, dengan kakaknya.”
Ozil saat masih kecil memang kurus dan juga pendek. Namun,
menurut Ralf Maraun, pelatih di klub DJK Westfalia 04, Ozil, yang menggelayut
terus pada ayahnya ketika didaftarkan di sana pada 1995, merupakan anak yang
istimewa.
Maraun ingat betul ketika pertama kali melihat Ozil kecil
bermain di lapangan " Larinya kencang, dia memburu bola seperti elang, dan
tenaganya luar biasa. Anak sekecil itu mampu menembakkan bola sejauh 25 meter!
Di lapangan" kata Maraun
"Ozil berbeda dengan kebanyakan anak seusianya, yang
biasanya lebih suka mengejar ke mana bola pergi, Kala itu, dia sudah
memperkirakan sudut mana yang tepat agar bisa menembakkan bola ke arah yang dia
inginkan,“ lanjutnya
Kehebatan bermain seperti itulah yang kemudian membawa Ozil
bermain di berbagai klub selepas dari Westfalia 04. Mulai Dari Teutonia Schalke-Nord,
Falke Gelsenkirchen, Rot-Weiss Essen, hingga memulai karier seniornya bersama
Schalke 04, lalu di lanjutkan di Werder Bremen.
Bermain di Bremen mengantarkannya bermain di tim nasional
Jerman pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Aksinya dalam kejuaraan itu
memang istimewa. Meski Jerman gagal juara, Ozil mampu membawa negara itu melaju
hingga babak semifinal. FIFA bahkan memasukkan namanya sebagai salah satu
kandidat penerima penghargaan Bola Emas di piala dunia 2010, baru pada piala dunia 2014 Ozil mampu
mengantarkan jerman keluar sebagai juara piala dunia untuk yang ke 4 kalinya.
Di negerinya sendiri yaitu jerman, dia di berikan banyak
pujian. Dia juga dianugerahi Silver Bay Laurel Leaf, yaitu penghargaan
tertinggi dalam olahraga di negeri itu. Kanselir Jerman, Angela Merkel
menyebutnya pahlawan Jerman.
Bukan cuma pahlawan di lapangan saja, Ozil dipandang sebagai
sosok yang gemilang di negeri yang dihuni banyak pendatang itu. Dia mengangkat
kaum imigran, yang sering dianggap bukan bagian dari bangsa itu.
Sumber reverensi Tempo.co


Tidak ada komentar:
Posting Komentar