Pemain tim nasional polandia yang saat ini merumput bersama
klub jerman Borussia Dormund yaitu Jakub Blaszczykowski pernah mengalami hal
yang memilukan, kejadiannya adalah saat umur 11 tahun Jakub Blaszczykowski
melihat ibunya di tikam pisau sampai mati di depan matanya sendiri, ironisnya
yang menusuk itu adalah ayahnya sendiri.
Menunjuk langit sambil berlutut saat selebrasi gol.
Itulah mengapa ia selalu mendedikasikan gol yang ia cetak
untuk mengenang ibunya yang sudah meninggal, Anna.
Ketika ia berusia 11 tahun, ia menyaksikan ibunya ditikam
sampai mati oleh ayahnya Zygmunt.
"Saat Saya bermain dengan mainan saya, jendela terbuka
dan tiba-tiba saya mendengar percakapan. Aku tahu siapa orang itu, aku melihat,
dan aku mendengar mereka berdebat. Dan aku mendengar: Kau jalang! Dan kemudian berteriak. Aku berlari dari
tempatku berdiri. Dan aku melihat ibuku terbaring di selokan, dan aku dapat melihat
bagaimana ayahku menghilang. Aku pulang ke rumah dan berteriak: "Ibu ada
dalam parit!!". Aku pergi menghampiri dia dan aku mulai menyentuhnya, saya
merasa bau aneh. Saya pikir itu adalah susu yang tumpah. Aku mengambil
tangannya, dan dua atau tiga jariku menyentuh ke dalam luka ibuku. Saya tahu
itu tidak baik. Saya berpikir bahwa ibu saya menggenggam lengan saya. Dia
mengambil tiga napas terakhir dan pergi untuk selamanya. Diam, Aku berlari
memanggil ambulans. Lalu saya datang kembali, semua orang berada di sana. Dan
kemudian semuanya merangkul saya.
"Aku tidak akan pernah mengerti mengapa ini
terjadi" katanya.
"Saya selalu menemukan diriku bertanya mengapa. Saya
harus hidup dengan ini sampai akhir hidup saya".
Setelah menyaksikan kejadian horor itu, Blaszczykowski yang
masih kecil begitu trauma, sampai - sampai ia tidak bisa meninggalkan tempat tidur selama lima hari.
Karena ayahnya dipenjara, dia pergi untuk tinggal dengan
nenek dan pamannya di desa kecil bernama Truskolasy, 80 km sebelah utara dari
kota Katowice.
"Sebelumnya dalam hidup saya, itu adalah sesuatu yang
saya tidak pernah ingin ingat lagi," kata jakub.
"Saya mencoba untuk melupakan itu semua, Tapi sekarang
aku cukup dewasa untuk berbicara tentang hal itu".
Ia bahkan menghadiri pemakaman ayahnya setelah kematiannya
pada umur 56 tahun.
Ayahnya telah menghabiskan waktu 15 tahun di penjara.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar