• Breaking News

    Recent Posts

    Minggu, 08 Januari 2017

    Berjuang Di Tengah Perang EDIN DZEKO !!













































    EDIN Dzeko, penyerang klub AS Roma Serie A Italia masih mengingat dengan jelas akan perang di negaranya, Bosnia. Ibunya melarang ia untuk keluar rumah. Tapi hasrat menendang-nendang bola bersama teman-temannya tak tertahankan lagi. Ia memandangi halaman dan jalan yang sepi dimana ia biasanya bermain bola. Di situ, beberapa temannya tengah asyik memainkan bola yang compang-camping. Ketika matanya tengah nanar memandang, tiba-tiba sebuah bom meledak.

    Seperti sebuah firasat, ibunya Belma pernah memanggilnya segera masuk rumah dan tak lama kemudian lapangan depan rumah di mana Dzeko sering bermain bola menjadi sasaran mortir. " Kami kehilangan teman dan kerabat," kenang Dzeko. Edin kecil menjerit ketakutan. Ia melihat teman-temannya tewas dan terluka di depan matanya. Edin menceritakannya dengan mata berkaca-kaca, “Beberapa menit setelah ibu melarang saya untuk bermain sepak bola di luar, bom menghantam tempat itu. Intuisi ibu menyelamatkan hidup saya. ”Edin Dzeko memang dibesarkan di tengah perang. Ia tak pernah lupa, bahwa di Bosnia zaman perang, ia menempati sebuah flat kecil bersama 15 anggota keluarganya. Ketika perang pecah, Edin berusia enam tahun. Ia melihat di tanah airnya sekitar 100.000 atau mungkin 200.000 tewas. Keluarga Dzeko adalah salahsatu satu di antara 2,2 juta rakyat Bosnia yang mengungsi saat rumah mereka di ibukota Bosnia, Sarajevo, hancur.

    Edin mengatakan: “Tahun 1992-1995 adalah tahun-tahun sulit bagi kami semua, negara saya. Tidak ada yang bisa untuk dimakan, kami hampir tidak pernah makan tiga kali sehari. Saya terus-terusan ketakutan. Kami selalu harus bersembunyi ketika tembakan dan bom berjatuhan. “Rumah saya hancur jadi kami tinggal dengan kakek-nenek saya. Seluruh keluarga berada di sana, mungkin 15 orang tinggal di sebuah apartemen sekitar 35 meter persegi. "Hal itu sangat sulit. Kami sedang stres setiap hari karena setiap hari, seseorang yang kami kenal terus meninggal. “Banyak pemain bola yang mulai bermain bola di jalanan. Bagi saya, itu tidak terjadi dan tidak mungkin. Tapi ketika perang selesai, saya jauh lebih kuat, secara mental.

    Semasa kecil Dzeko menempelkan poster striker AC Milan kelahiran Ukraina, Andriy Shevchenko di dinding kamar tidurnya. Dia ingin melampaui idolanya suatu hari kelak.

    ”Belma (ibunya Dzeko) mengatakan: “Edin tidak memiliki masa kanak-kanak. Dia tidak memiliki kehidupan sampai ia berusia sepuluh tahun.”Walau tidak bisa melupakan perang, Edin mengatakan: “Saya tidak ingin berpikir tentang saat-saat itu. Kenangan perang tidak dalam kepala saya. Saya lebih memilih untuk melihatmasa depan.
    Pada 2003, Dzeko bermain untukklub Sarajevo, Zeljeznicar. Tetapisaat itu hanya sedikit yang mengetahui bakatnya bermain bola, kecuali manajer tim nasional Ceko Jiri Plisek. " Dzekomemiliki mental bermain bagus yang akan menjadikannya pemain spesial," kenangnya.

    Ketika Plisek menjadi manajer klub Ceko FK Usti nad Labem, dia sangat ingin membawa Dzeko ke klub barunya itu. Ketika Labem masih bimbang, Plisek mengatakan jika klub tidak mau membeli Dzeko, dia sendiri yang akan meminjam uang 25.000 euro untuk menebus Dzeko. Labem akhirnya setuju dan seorang pejabat di Zeljeznicar, seperti membual bahwa klubnya seperti mendapat lotre karena mendapat uang banyak setelah menjual seorang pemain muda. Ketika Dzeko dipromosikan bermain di FK Teplice, ia ditawari kewarganegaraan Ceko. Ini kesempatan bagi Dzeko bermain di kompetisi internasional. Tapi dia menolak dengan bersikeras bahwa dia seorang Bosnia.Hal yang sama terjadi ketika ia ditransfer ke klub Bundesliga Jerman Wolfsburg dengan biaya4 juta euro pada 2007. Ia menolak tawaran bermain di bawah bendera negara Jerman yang akan maju di Piala Dunia 2010.

    Dan Ketika City mendatangkannya, Belma sangat mengkhawatirkan putra kesayangannya itu.

    Belma mengatakan: “Bila Anda seorang pemain sepak bola terkenal Anda akan dengan mudah mendapatkan gadis-gadis yang salah di sekitar Anda. Saya ingin dia memiliki seorang gadis yang layak, cerdas dan sederhana. Itu tidak mudah untuk seorang bintang sepak bola.”Walau tinggal di Inggris, Edin tak pernah lupa akan Bosnia.

    memenangkan Piala FA pada 2011, Premier League pada 2012 dan 2014, Dzeko merayakannya dengan membungkus tubuhnya dengan bendera Bosnia. Menandakan bahwa ia adalah seorang Bosnian di manapun dan sampai kapanpun.

    Dia mencapai persimpangan jalan ketika harus memilih siapa mereka. Dan ia memahami bahwa kemuliaan dan uang bukanlah segalanya. Dengan memilih Bosnia, Dzeko menjawab pertanyaan 'siapa aku?' dan mengirim pesan tersebut kepada orangtuanya, anak-anaknya dan negaranya," kata Plisek.

    Ia juga tak pernah lupa bahwa ia seorang Muslim. Ia shalat lima waktu dalam sehari. Ketika pulang ke Bosnia, ia tak lupa mengunjungi sopir taksi yang selalu memberinya tumpangan ke tempat latihan ketika ia masihkecil. Ia memberinya sebuah mobil Skoda Octavia.
    Edin adalah duta UNICEF untuk Bosnia. Jika pulang, ia dikerumuni oleh penggemar ciliknya. Teman Edin, Muhamed Konjic, mengatakan: “Orang suka Dzeko bukan hanya karena keberhasilannya, tapi hatinya. Dia berempati dengan mereka karena ia hidup sama dengan apa yang mereka alami.”
    Kejadian yang pernah di alami Dzeko, saat ini mengingatkan kita dengamn perang yang terjadi di Allepo, suriah. Banyak korban perang yang tewas maupun terluka, fisik ataupun mental, orang dewasa maupun anak - anak .

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Fashion

    Beauty

    Travel